Review Jurnal
Review Jurnal (MUSIC&LIFESTYLE) :
Salah satu kelebihan
dari komunikasi virtual adalah adanya interaktivitas antar pengguna.
Interktivitas menurut Wiliam, Rice, dan Rodgers adalah kegiatan dimana proses komunikasi para partisipan memiliki
control terhadap peran, dan dapat bertukar peran, dalam dialog mutual mereka
(Severin & Tankard 2005 p.118). Dan keadaan inilah yang dimanfaatkan oleh Elf
untuk berpartisipasi dalam jejaring sosial twitter.
Judul Jurnal : ARTIKULASI
FANATISME DI DUNIA MAYA ( STUDI DALAM KELOMPOK THE NEO KOREAN WAVE DALAM TWITTER)
Dalam review jurnal ini,
pembahasannya lebih menekankan kepada usaha elf dalam menyebarkan The
Neo Korean Wave dengan menggunakan jejaring sosial twitter, yang
memberikan dampak populernya budaya korea selatan di Indonesia.
Review :
Pendahuluan :
Penelitian ini membahas tentang Elf,
yakni penggemar dari boyband asal korea selatan Super Junior. Elf sendiri
disebutkan sebagai salah satu bagian dari rencana kelompok “The Neo Korean
Wave”. Peneliti mencoba mengkaitkan fenomena populernya budaya korea di
Indonesia, dengan berbagai sudut pandang penyebaran.
Tinjaun pusataka jurnal ini
bersal dari internet dan budaya popular; fandom dan komuntas virtual sebagai
bentuk new wave; fanatisme; analisis tekstual Sausure, dan virtual identity.
Isi Jurnal :
Pada pembasan penelitian jurnal
beberapa hal terkait yang diteliti seperti foto profil, data profil, dan tweet
yang semua data diambil di jejaring sosial twitter. Objek penelitian seperti
foto profil, data profil dan tweet dicoba dikaitkan dengan motivasi kenapa elf
menggunakan identitas yang dimiripkan dengan penggemar mereka Super Junior
(SUJU).
Analisis akun Elf dilakukan mulai
dari pembuatan identitas diri, pengguanan foto profil, serta
interaksi-interaksi tertentu yang dapat membangun kedekatan dengan SUJU. Secara
umum Elf membangun kedekatan dengan SUJU Sataupun menghegemoni twitter karena
beberapa alasan, yang selanjutnya disebut sebagai motivasi. Motivasi Elf dibagi
menjadi dua yakni motivasi yang berasal dari dalam mereka sendiri seperti
pemenuhan karena fantisme, dan dari luar mereka sendiri seperti lingkungan,
yakni Elf itu sendiri.
Lebih jauh penulis
menganalisis fanatisme Elf yang diidentifikasi dari beberapa hal seperi
penggunaan avatar yang mengkombinasikan foto dirinya sendiri dengan
penggemarnya. Namun tidak semuanya dapat disimpulkan langsung sebagai bentuk
fanatisme fans, karena ada hal-hal lain yang dipertimbangakan jika disebut
sebagai fans fanatisme. Seperti loyalitas yang tinggi kepada penggemar, namun
pengguna twitter sesuatu saat dapat merubah avatarnya sendiri jika sudah merasa
perlu untuk diganti. Namun fanatisme di twitter diartikulasikan Elf melalui
beberapa peran seperti partisipasi dalam fanspeak, membuat fanfiction, mengenai
Super Junior, dan menjadi sumber informasi bagi penggemar-penggemar lainnya.
Pembuatan fanspeak ditwitter akan berdampak pada trend topic yang hangat
dibicarakan, dan fanspeak yang dibuat fanatisme Super Junior telah menempatkan
Super Junior sebagai salah satu trend topic sejak tahun 2010. Selain itu fans
juga mengaktualisasikan diri mereka melalui fanfiction, yakni fans bebas
berimajinasi dan mencoba menuangakan dalam karya nyata, seperti gambar editing,
desaign dan sebagainya. Hasil karya inilah yang dipost ditwitter. Karya-karya
yang diterima ditwitter biasanya akan diteruskan oleh fans-fans lain, melalui
content retweet. Banyak fans yang melukukan retwet menjadikan salah satu alsana
Super Junior cepat popular di dunia.
Salah satu hal yang dilakukan
fans fanatisme untuk tetap menjadikan penggemar mereka sebagai bintang yang
bersinar adalah dengan melakukan update informasi, baik membuat ataupun mengkonsumsi informasi.
Kegiatan yang dilakuakan fans juga bisa beruapa fanwar, yakni dengan melakukan
perang fans untuk tetap mempertahankan eksistensi budaya popular yang mereka
sukai saat itu.


Komentar
Posting Komentar